Dumai – Puluhan pejabat, mulai walikota Dumai wakil walikota termasuk Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas, Camat, dan Lurah, dilaporkan meninggalkan tugas negara untuk menghadiri acara Tabligh Akbar di Lampung. Kepergian massal ini menuai kritik pedas dari Fatahuddin dari Trust Institute, yang menuduh pejabat Dumai tidak memiliki integritas dan tanggung jawab.
“Ini adalah skandal besar! Pejabat Dumai lebih mengutamakan acara keagamaan yang tak resmi dari departemen agama atau menteri agama daripada tugas negara,” tegas Fatahuddin. “Kami meminta Sekjen Kemendagri untuk segera memeriksa dan mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang meninggalkan tugas.”
Fatahuddin juga mengancam akan melaporkan kejadian ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika pejabat Dumai tidak segera kembali ke tugas. “Kami tidak akan membiarkan pejabat Dumai bermain-main dengan tugas negara,” tambahnya.
Laporan menyebutkan bahwa beberapa instansi, seperti Bapenda, PU, dan Tata Ruang, juga mengirimkan sejumlah pejabatnya untuk menghadiri acara tersebut. Bapenda sendiri mengirimkan 35 orang, menimbulkan kekhawatiran akan tergganggunya pelayanan publik di Dumai.
“Jika dalam 5 hari Dumai kosong dari pejabat, maka pelayanan publik di daerah tersebut akan lumpuh,” kata Fatahuddin. “Kami sudah lapor ke Sekjen Kemendagri, dan kami berharap tindakan tegas akan diambil segera.”
Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat Dumai, yang menuntut pejabat untuk fokus pada tugas negara dan tidak meninggalkan rakyat.
(Red By)
[







