Janji yang Tenggelam Bersama Air: Warga Dumai Tagih Komitmen Pemerintah Atasi Banjir

DUMAI – Genangan air yang kembali merendam sejumlah kawasan di Kota Dumai dalam sepekan terakhir kembali memantik kemarahan warga. Hujan deras yang turun sejak malam hingga dini hari membuat sejumlah kelurahan seperti Bukit Timah, Rimba Sekampung, Bintan, hingga Kelurahan Purnama kembali terendam air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Fenomena banjir tahunan ini seolah menjadi langganan tanpa solusi. Warga pun mulai mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Dumai dalam menangani persoalan klasik yang setiap tahun menimbulkan kerugian ekonomi dan gangguan aktivitas masyarakat.

“Dari tahun ke tahun, kami hanya dijanjikan proyek drainase dan normalisasi sungai. Tapi faktanya, setiap hujan lebat sedikit saja, rumah kami kembali kebanjiran,” ujar Suryani (45), warga Kelurahan Dumai Kota, dengan nada kecewa.

Padahal, dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Dumai sebelumnya telah berulang kali menyatakan komitmen untuk menuntaskan persoalan banjir melalui program penataan sistem drainase terpadu dan pembangunan infrastruktur pengendali air. Namun, janji tersebut belum dirasakan masyarakat hingga kini.

Di sisi lain, beberapa pengamat menilai lemahnya perencanaan tata ruang dan buruknya pengawasan pembangunan turut memperparah kondisi. “Masalah banjir Dumai bukan hanya soal hujan, tapi akibat sistem drainase yang tak terintegrasi, alih fungsi lahan, dan kurangnya koordinasi antarinstansi,” tegas Dr. Hendra Saputra, pengamat kebijakan publik dari Universitas Riau.

Ia juga menyoroti rendahnya transparansi penggunaan anggaran dalam proyek infrastruktur pengendalian banjir. “Masyarakat perlu tahu ke mana anggaran miliaran rupiah yang disebut-sebut untuk normalisasi. Jika setiap tahun banjir tetap terjadi, berarti ada yang salah dalam manajemen pelaksanaan programnya,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa warga mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap janji-janji politik kepala daerah. “Kami bukan ingin menuntut berlebihan, tapi cukup ingin pemerintah hadir sebelum air naik ke pintu rumah kami. Jangan hanya datang saat musim kampanye,” ujar Rahmat (38), warga Kelurahan Sukajadi.

Warga berharap pemerintah tidak lagi menunda realisasi proyek-proyek penanggulangan banjir dan mulai melibatkan masyarakat dalam perencanaan kebijakan lingkungan. Mereka juga mendesak Wali Kota Dumai untuk turun langsung meninjau lokasi terdampak dan memastikan solusi jangka panjang benar-benar dijalankan, bukan sekadar janji di atas panggung.

“Sudah terlalu lama kami hidup dalam ketakutan setiap kali mendengar suara hujan. Ini bukan sekadar bencana alam, tapi juga bukti kegagalan pemerintah menjaga hak dasar warga untuk hidup aman,” pungkas Rahmat.

  • Related Posts

    Kasus Dugaan Korupsi MOT RSUD Dumai Dinilai Menggantung, Aktivis Soroti Potensi “Dipeti-eskan”

    Dumai — Penanganan laporan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan MOT di RSUD Kota Dumai hingga kini masih menuai tanda tanya publik. Sejumlah pemberitaan, termasuk dari kupasberita,com, mengutip pernyataan Kejaksaan Negeri…

    Putusan MK Tegaskan Produk Jurnalistik Tidak Dapat Dipidana, Pakar Hukum: Pers Bebas Bukan Tameng Pelanggaran Hukum

    Jakarta (DNN) – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wartawan tidak dapat dipidana atas produk jurnalistiknya, sepanjang karya tersebut dihasilkan melalui proses jurnalistik yang sah dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Kasus Dugaan Korupsi MOT RSUD Dumai Dinilai Menggantung, Aktivis Soroti Potensi “Dipeti-eskan”

    Kasus Dugaan Korupsi MOT RSUD Dumai Dinilai Menggantung, Aktivis Soroti Potensi “Dipeti-eskan”

    Putusan MK Tegaskan Produk Jurnalistik Tidak Dapat Dipidana, Pakar Hukum: Pers Bebas Bukan Tameng Pelanggaran Hukum

    Putusan MK Tegaskan Produk Jurnalistik Tidak Dapat Dipidana, Pakar Hukum: Pers Bebas Bukan Tameng Pelanggaran Hukum

    Kasus Pengadaan MOT RSUD Dumai: Langkah Kejari Dumai Menuju Transparansi

    Kasus Pengadaan MOT RSUD Dumai: Langkah Kejari Dumai Menuju Transparansi

    Tokoh Senior Dumai Dikabarkan Merapat, PAN Kota Dumai Kian Solid

    Tokoh Senior Dumai Dikabarkan Merapat, PAN Kota Dumai Kian Solid

    Surat Edaran Akhir Tahun Wali Kota Dumai Dinilai Akal-Akal Anggaran, PPK Terancam Jadi Tumbal

    Surat Edaran Akhir Tahun Wali Kota Dumai Dinilai Akal-Akal Anggaran, PPK Terancam Jadi Tumbal

    Kajari Dumai, Saatnya Bongkar Elite di Balik Proyek MOT RSUD!

    Kajari Dumai, Saatnya Bongkar Elite di Balik Proyek MOT RSUD!