Kasus Pengadaan MOT RSUD Dumai: Langkah Kejari Dumai Menuju Transparansi

DUMAI — Penanganan dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi dalam pengelolaan Modular Operating Theater (MOT) di RSUD Kota Dumai memasuki tahap krusial. Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai dikabarkan tengah mempersiapkan ekspose kasus ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Ekspose tersebut merupakan tahapan penting yang lazim dilakukan guna memperoleh pendalaman hukum serta konstruksi konstruksi perkara, khususnya sebelum peningkatan status penanganan perkara ke tahap penyidikan.

Mengutip pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Pri Wijeksono, SH, MH, yang dimuat salah satu media dare kupasberita.com, ia menyampaikan: “MOT tinggal ekspose di Kejati, Pak. Nunggu urutannya. Kita ekspose untuk menaikkan statusnya. Mudah-mudah bisa di acc naik ke penyelidikanan,” katanya, Senin (05/01/2026).

Kronologis Awal Terungkapnya Dugaan Perkara

‎Dugaan kasus ini menyebutkan setelah seorang kontraktor alat kesehatan dari PT Hetech Nusantara, berinisial HAF, yang berdomisili di Pekanbaru, mengaku mengalami tekanan dan intimidasi dari Direktur RSUD Dumai, drg. RD.

 

HAF menyebutkan bahwa drg. RD diduga mendatangi kantor PT Hetech Nusantara dan meminta sejumlah uang yang disebut sebagai fee proyek alat kesehatan tahun 2024, yang disinyalir bermasalah. Merasa tertekan, HAF kemudian dikabarkan mencari pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam perkembangannya, muncul nama PR, yang diduga menerima aliran dana senilai ratusan juta hingga miliaran rupiah dengan dalih untuk “menyelesaikan” permasalahan tersebut. Dana tersebut disinyalir berasal dari pembagian proyek alat kesehatan yang diduga fiktif di RSUD Dumai.

Pertanyaan Publik: Siapa Dalang Biaya Proyek MOT?

Publik kini memahami ruang lingkup penanganan perkara oleh Kejaksaan Negeri Dumai. Apakah yang terjadi hanya terfokus pada dugaan penyimpangan proses pengadaan barang dan jasa Kementerian Perhubungan, ataukah juga menyentuh aspek dugaan gratifikasi dan biaya proyek.
Isu dugaan adanya biaya pengadaan MOT menjadi sorotan serius. Jika benar drg. RD merasa belum atau belum menerima fee dari proyek tersebut hingga mendatangi HAF untuk mengekstraknya, maka muncul pertanyaan lanjutan: ke mana aliran fee MOT tersebut, siapa yang menerima, dan siapa yang menikmati?

Publik Dumai kini menantikan secara terbuka hasil ekspose perkara yang akan disampaikan Kejaksaan Negeri Dumai ke Kejaksaan Tinggi Riau, sebagai bentuk transparansi dan penegakan hukum yang berkeadilan.

  • Related Posts

    Tokoh Senior Dumai Dikabarkan Merapat, PAN Kota Dumai Kian Solid

    Dumai – Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Dumai kembali menjadi pusat perhatian para politisi dan tokoh senior. Sejumlah nama kondang seperti Haslinar, Sri Wanah, Jem Harahap, Jalaluddin, dan Eka Fedonalia…

    Surat Edaran Akhir Tahun Wali Kota Dumai Dinilai Akal-Akal Anggaran, PPK Terancam Jadi Tumbal

    DUMAI – Surat Edaran Wali Kota Dumai Nomor 100.3.4.3/1/BPKAD-PERBEND Tahun 2025 tentang Mekanisme Pengeluaran Atas Beban APBD pada Akhir Tahun menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis. Alih-alih menciptakan kepastian hukum…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Kasus Pengadaan MOT RSUD Dumai: Langkah Kejari Dumai Menuju Transparansi

    Kasus Pengadaan MOT RSUD Dumai: Langkah Kejari Dumai Menuju Transparansi

    Tokoh Senior Dumai Dikabarkan Merapat, PAN Kota Dumai Kian Solid

    Tokoh Senior Dumai Dikabarkan Merapat, PAN Kota Dumai Kian Solid

    Surat Edaran Akhir Tahun Wali Kota Dumai Dinilai Akal-Akal Anggaran, PPK Terancam Jadi Tumbal

    Surat Edaran Akhir Tahun Wali Kota Dumai Dinilai Akal-Akal Anggaran, PPK Terancam Jadi Tumbal

    Kajari Dumai, Saatnya Bongkar Elite di Balik Proyek MOT RSUD!

    Kajari Dumai, Saatnya Bongkar Elite di Balik Proyek MOT RSUD!

    Sekda Rangkap Jabatan, Sengketa Pajak Membara: Ada Apa di Balik Tabir Kekuasaan Pemko Dumai?

    Sekda Rangkap Jabatan, Sengketa Pajak Membara: Ada Apa di Balik Tabir Kekuasaan Pemko Dumai?

    DPO AMEL Kembali Disebut Dalam Kasus TPPO, Praktisi Hukum: Ini Bukan Kelalaian Tapi Kegagalan Sistemik

    DPO AMEL Kembali Disebut Dalam Kasus TPPO, Praktisi Hukum: Ini Bukan Kelalaian Tapi Kegagalan Sistemik